Lima Tujuan Pernikahan Yang Perlu Diperhatikan

Pernikahan merupakan amalan yang sangat utama, Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya” (HR al- Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).

Pernikahan menjadi ladang amal yang sangat subur untuk beribadah kepada Allah SWT, sebab ketika sudah menikah maka Allah akan meridhoi hubungan yang dijalin oleh laki-laki dan wanita. Sementara jika tidak, syahwat biologis mendorong manusia untuk berbuat zina.

Allah sangat melarang manusia untuk berbuat zina bahkan mendekatinya saja tidak boleh. Selain itu, perbuatan zina juga tidak sesuai dengan norma dan budaya masyarakat kita.

Perbuatan zina dapat merendahkan harkat dan martabat orang yang melakukannya, bahkan terkadang perbuatan tersebut dapat mencoreng nama baik orangtua. Oleh karena itu, menikah merupakan solusi terbaik yang telah disyariatkan di dalam Islam untuk menghindari zina.

Agama Islam adalah agama sempurna yang senantiasa selaras dengan fitrah manusia. Diantara bukti keselarasan tersebut disyariatkannya pernikahan. Islam mensyariatkan pernikahan tentunya memiliki tujuan. Berikut tujuan-tujuan pernikahan dalam Islam:

  1. Ibadah kepada Allah SWT

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa pernikahan dapat menjadi ladang amal yang sangat subur untuk beribadah kepada Allah SWT, tentunya dengan memperbanyak amal ibadah, kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga akan muncul ketenangan dan ketentraman hati.

Kegiatan kecil yang dianggap hal biasa, di dalam pernikahan akan menjadi amal ibadah, seperti bersenda gurau dengan pasangan, bahkan berhubungan intim dengan istri juga termasuk ibadah.

Baca juga  Doa untuk Orang Tua

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

“Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah.” Mendengar sabda Rasulullah SAW tersebut, para sahabat heran dan bertanya: “Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala?” Nabi SAW menjawab: “Bagaimana menurut kalian bila mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa?” Jawab para shahabat: “Ya, benar”. Beliau bersabda lagi: “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala.“ (HR. Muslim, Ahmad, Nasa’i).

  1. Menjaga ahklak diri dari perbuatan zina

Memenuhi kebutuhan biologis setelah menikah berarti telah menjaga diri dari perbuatan keji serta menjauhi diri dari sesuatu keburukan yang akan menimpa dirinya sendiri.

Sebagaimana firman Allah SWT, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Isra: 32).

Di jaman modern saat ini, sering kita mendengar tindakan asusila dan kriminalitas yang diawali dengan perbuatan zina, serta usaha dalam memenuhi kebutuhan biologi yang salah.

Banyak sekali dampak buruk yang ditimbulkan dari hal tersebut, seperti munculnya penyakit seksual, depresi, anak-anak yang ditelantarkan orang tua, bahkan pemerkosaan. Bahkan saat ini, berpacaran dan bermesra-mesraan yang dilakukan oleh pasangan yang belum menikah sudah menjadi hal yang biasa.

Oleh karena itu, Islam melarang untuk mendekati zina dan memberikan solusi untuk menahan diri dengan berpuasa bagi mereka yang belum mampu untuk menikah.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,“Wahai pemuda, siapa saja di antara kalian yang telah mampu menikah, maka menikahlah karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih membentengi kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirdmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

  1. Membuka pintu rejeki

Allah SWT berfirman, ”Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Q.S. An-Nuur: 32).

Allah SWT akan mencukupkan rejeki bagi mereka yang telah menikah, dan seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap bayi yang lahir maka telah dicukupkan rejekinya.

Baca juga  Langkah dan Nutrisi untuk Bayi Gemuk dan Sehat

Firman Allah SWT “Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yg bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.”(QS. Hud: 6).

Tentunya jika kita beriman, maka kita percaya bahwa kelapangan rejeki akan datang jika kita berikhtiar, berdoa, dan bersabar.

  1. Membangun keluarga yang Islami

Allah SWT berfirman, “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benarbenar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum: 21).

Berdasarkan firman Allah SWT, bahwa ketenteraman hati dan kasih sayang akan didapatkan oleh pasangan yang telah menikah karena Allah SWT.

Orang yang telah menikah menjadi tenteram hatinya karena merasa pernikahannya halal dan diketahui oleh keluarga juga masyarakat dilingkungannya.

Serta rasa kasih sayang yang ada di dalam diri masing-masing pasangan, serta atas karunia Allah SWT, dan harapan keridhoan Allah SWT dalam menjalankan syariat Islam di dalam kehidupan keluarga akan menghadirkan kebahagiaan diri.

Baca juga  6 Hikmah Pernikahan Yang Perlu Diketahui

Sebagaimana firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakaranya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintah kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)

  1. Memperoleh keturunan yang baik

Allah SWT berfirman, “Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.” [QS. An Nahl (16):72].

Mendapatkan keturunan yang shalih akan menjadi penyejuk di dalam kehidupan keluarga, selain itu doa anak shalih kepada kedua orangtuanya akan selalu mengalir dan menjadi amalan yang tidak pernah putus.

Rasulullah SAW bersabda: “Ketika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yakni shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

Begitulah tujuan dari pernikahan dalam Islam. Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari pernikahan dan kebahagiaan yang bisa didapatkan darinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *