Stay-At-Home Mom

Beberapa tahun belakangan ini, istilah full-time-mom atau FTM populer di jagad dunia maya sehingga istilah yang memiliki arti ibu rumah tangga ini terdengar lebih update atau kekinian. Para mama muda yang mungkin dulu malu menyebut dirinya adalah seorang ibu rumah tangga kini tidak malu lagi. Mungkin beberapa diantara kita juga pernah menggunakan istilah tersebut, namun sepertinya kita harus mulai mengkaji ulang istilah ini.

Secara harfiah, full-time-mom adalah ibu penuh waktu atau ibu sepenuhnya. Berdasarkan istilah ini, maka muncul pertanyaan apakah ada juga part-time-mom atau ibu paruh waktu? Apakah peran ibu dibatasi oleh posisi si ibu ini berada? Misal si ibu tidak di rumah maka berubah tidak jadi ibu lagi? Bukankah siapapun itu, jika telah menjadi ibu, tetap menjadi ibu sepenuhnya. Tidak tiba-tiba berhenti menjadi ibu ketika pindah lokasi seperti ibu yang bekerja di luar rumah atau lebih populer disebut working mom.

Perlu kita pahami bersama pula bahwa ibu merupakan peran yang melekat pada setiap wanita sepanjang waktu, tidak berubah karena perubahan tempat atau kegaitan. Baik ibu yang diam di rumah maupun ibu bekerja tetaplah seorang full-time-mom. Baik si ibu sekarang sudah menjadi nenek atau belum, tetap menjadi ibu. Sehingga penggunaan istilah tersebut sebaiknya dihentikan saja.

Baca juga  Ibu Rumah Tangga yang Produktif

Kali ini kita akan berkenalan dengan istilah stay-at-home mom (SAH). Istilah ini mungkin belum terlalu familiar di telinga kita terutama di Indonesia bahkan lebih tepat dalam menggambarkan peran ibu rumah tangga yang umum kita kenal. Kemudian, kita juga sepertinya harus mulai membangun kembali konsep mengenai ibu rumah tangga. Selama ini, kita memahami bahwa ibu rumah tangga adalah ibu yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak oleh sendiri serta beberapa mungkin aktif dalam kegiatan komunitas.

Namun seiring perkembangan teknologi dan budaya, kini ibu rumah tangga tidak hanya mengurus pekerjaan rumah tetapi juga bisa memiliki pekerjaan lain yang dikerjakan dari rumah atau bahkan membuka usaha sendiri dari rumah. Kondisi ini yang disebut dengan working-at-home mom (WAH). Baik untuk pekerjaan rumah, dapat didelegasikan kepada asisten rumah tangga, hal ini memungkinkan karena juga dipengaruhi oleh standar bayaran asisten rumah tangga di Indonesia yang masih terbilang terjangkau.

Jadi, jika dulu kita memahami bahwa seorang ibu rumah tangga yang mengurus pekerjaan rumah tangga, mengasuh anak, aktif di kegiatan komunitas dan juga memiliki usaha menjahit di rumahnya adalah seorang ibu rumah tangga biasa saja. Kini berubah menjadi ibu yang bekerja dari rumah atau working-at-home mom (WAH).

Baca juga  3 Cara Mengatasi Alergi Pada Anak

Stay-at-home mom memiliki pekerjaan yang paling sulit tetapi juga paling memberikan kepuasan karena para SAH ini mengurus anak, suami, peliharaan, mengelola rumah tangga, terkadang menjadi sukarelawan bahkan juga bekerja dari rumah. Selain itu, kita juga harus mencatat peran besar perkembangan teknologi saat ini dalam memfasilitasi para SAH ini sehingga dapat menjadi working-at-home mom (WaHM). (dyh/01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *