Plus Minus Popok Sekali Pakai dan Popok Kain

Popok bayi merupakan salah satu kebutuhan utama yang seringkali dicari oleh mereka yang baru saja mempunyai anak, karena fungsinya yang sulit untuk digantikan, terutama untuk menjaga kesehatan bayi yang masih terus berkembang dan mudah untuk sakit.

Saat membeli popok, orang tua seringkali dihadapkan dengan berbagai pilihan untuk kebutuhan anak mereka. Salah satu pilihan yang banyak ditemui di pasaran adalah popok sekali pakai (disposable diapers).

Keunggulan Popok Sekali Pakai

Popok sekali pakai, atau mungkin lebih banyak dikenal dengan merk yang banyak dipasarkan seperti Pampers, mempunyai beberapa keuntungan yang bisa menjadi pertimbangan untuk orang tua.

Alasan pertama adalah kemudahan popok sekali pakai bagi orang tua dan pengasuh anak lainnya. Akses untuk membeli popok banyak tersedia dengan banyak merk, baik melalui toko swalayan hingga tempat belanja daring (online), dengan harga yang beragam dan tentunya dapat disesuaikan dengan kocek pembelinya.

Kemudahan juga ada untuk memasangkan dan melepaskan popok. Bahkan beberapa merk sudah menyediakan popok sekali pakai yang berbentuk seperti celana, sehingga tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk perawatannya. Hal ini terutama sangat membantu jika orang tua atau pengasuh mempunyai beberapa kesibukan seperti urusan rumah tangga atau pekerjaan di luar rumahnya.

Baca juga  Membantu Perkembangan Anak Pintar

Pemakaian popok sekali pakai juga cenderung mudah untuk dilakukan oleh orang lain karena popularitasnya.

Kedua adalah kenyamanan untuk anak-anak. Banyak popok sekali pakai yang sudah dilengkapi dengan kemampuan untuk menahan dan mencegah cairan untuk keluar dari popok. Selain itu teknologi Velcro yang digunakan untuk mengencangkan popok sekali pakai juga dapat disesuaikan dengan ukuran anak-anak. Ukuran yang beragam tersedia juga menjadi faktor nyamannya anak-anak menggunakan popok sekali pakai.

Kekurangan Popok Sekali Pakai

Namun, keuntungan itu juga tidak tanpa kerugiannya. Saat ini, banyak orang tua yang mulai beralih menggunakan popok kain dengan alasan lebih menguntungkan dalam jangka Panjang.

Popok kain dapat dicuci dan digunakan beberapa kali sehingga orang tua hanya perlu untuk membeli beberapa kali selama perkembangan anak, sehingga jumlah uang yang dikeluarkan tidak sebesar menggunakan popok sekali pakai.

Selain itu, banyak juga orang tua yang beralih menggunakan popok kain dengan alasan bahan kimia yang ada pada popok sekali pakai (seperti chlorine) dapat mempengaruhi kesehatan lingkungan dan bayi, dan juga sulit untuk didaur ulang.

Baca juga  6 Rahasia Mewujudkan Keluarga Harmonis

Beberapa popok sekali pakai juga seringkali menimbulkan rasa gatal dan ruam pada bayi, yang umumnya dikarenakan tidak cocoknya bahan maupun kandungan yang ada pada popok sekali pakai pada kulit bayi.

Pada akhirnya, penggunaan popok sekali pakai, atau jenis popok apapun yang dipilih, dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan, gaya hidup, dana yang dimiliki, dan juga kecocokan pada anak masing-masing orang tua.

Pada popok sekali pakai, umumnya ruam yang dialami dapat ditangani dengan pemeriksaan ke dokter dan mengganti popok sekali pakai mereka dengan popok lain dengan bahan dan kandungan yang lebih cock.

Penggunaan popok juga perlu melihat usia anak. Menurut American Academy of Pediatrics, anak yang berusia 18 hingga 24 bulan sudah dapat mulai dilatih untuk tidak menggunakan popok dan mulai menggunakan toilet untuk buang air (toilet training).

Pada usia ini, anak juga sudah bias dilatih untuk mengatur keinginan buang airnya (misalnya di waktu tertentu) dan juga kemampuan motorik yang diperlukan untuk menggunakan toilet seperti memanjat, berbicara dan melepas pakaian.

Baca juga  Anak Sulit Buang Air Besar? Berikut Solusinya

Sumber:

https://www.orami.co.id/magazine/5-alasan-memilih-popok-sekali-pakai-dibanding-popok-kain/

https://hellosehat.com/parenting/perkembangan-balita/waktu-anak-lepas-popok/

https://www.webmd.com/parenting/baby/features/diaper-choices#2

https://www.mcgill.ca/oss/article/science-science-everywhere/diapers-cloth-or-disposable

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *