2 Hal Penting Untuk Mengatasi Bayi Cegukan dan Gumoh

Cegukan dan gumoh adalah dua hal umum yang sering terjadi pada bayi dibawah usia satu tahun.

Dalam artikel ini kita akan membahas apa penyebab bayi cegukan dan gumoh, dan bagaimana mengatasinya.

Cegukan

Cegukan bahkan bisa terjadi saat bayi masih berada dalam kandungan.

Cegukan pada bayi umumnya disebabkan karena bayi makan terlalu cepat dan banyak, sehingga ada banyak udara yang ikut tertelan.

Umumnya cegukan tidak berbahaya dan tidak mengganggu bayi, namun seringkali orang tua lah yang terganggu dan cemas dengan bayi yang cegukan.

Jika terjadi cegukan, lakukan langkah-langkah berikut untuk meredakannya

1. Susui bayi

Menyusui bayi dapat memicu sendawa dan membuat rileks diafragama sehingga mampu menghentikan cegukan.

Susui bayi secara perlahan dan dengan porsi yang sedikit tapi sering.

Selain menyusui Anda juga bisa menggunakan empeng atau pacifier sebagai pengganti proses menyusui. Meskipun cara ini tidak terlalu dianjurkan karena akan menyebabkan bayi kebingungan puting.

2. Tepuk-tepuk punggung bayi

Sesudah menyusui atur posisi bayi dalam posisi tegak berdiri, bisa juga dengan digendong, lalu usap-usap atau tepuk-tepuk punggung bayi.

Ini bertujuan untuk membuat gas dalam perut naik sehingga bayi bisa bersendawa.

 

Gumoh

Gumoh normal terjadi pada bayi, penyebabnya adalah kerongkongan bayi yang belum berkembang sepenuhnya, serta ukuran lambung yang masih sangat kecil. Biasanya gumoh akan berhenti pada bayi usia satu tahun.

Perbedaan gumoh dan muntah adalah pada volumenya, gumoh biasanya terjadi dalam waktu singkat dengan volume yang sedikit.

Cara Mencegah Gumoh

Cara untuk mencegah gumoh pada bayi, biasakan menyusui atau memberi makan dalam porsi yang sedikit. Pastikan pada proses ini, posisi bayi dalam kondisi tegak.

Jika Anda menyusui dengan menggunakan dot, pastikan dot yang digunakan adalah dot dengan lubang yang tidak terlalu besar. Dot yang terlalu besar mengakibatkan volume susu yang keluar pada satu waktu akan terlalu banyak bagi bayi.

Sesudah selesai makan atau menyusui, biasakan untuk tidak langsung mengajak bayi bermain, pastikan supaya asupan makanan atau ASI tersebut sudah turun ke saluran pencernaan, dan buat si kecil sendawa sesudahnya.

Hindari posisi yang membuat perut bayi tertekan, seperti tidur tengkurap atau penggunaan diapers yang terlalu ketat. Perut yang tertekan memicu terjadinya gumoh.

Baca juga  Doa Pernikahan Yang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *