Dermatitis Atopik, Alergi dan Asthma

Saya melewatkan dua hari menulis karena berjibaku dengan alergi dan asthma si kembar yang kambuh. Kali ini saya bercerita dari sudut pandang seorang ibu yang memiliki 3 putra dengan dermatitis atopik, alergi dan asthma. Kalau mau bacaan lengkap mengenai 3 penyakit kambuhan tersebut bisa googling saja. Lebih lengkap dan jelas.

Ketiga anak laki-laki saya memiliki teman setia yang seringkali tiba-tiba datang tanpa kabar. Dermatitis atopik, alergi dan asthma, hanya kadarnya beda-beda di tiap anak. Si cikal menderita dermatitis (eksim) atopi, alergi seafood, telur dan produk unggas serta turunannya juga sedikit asthma. Si tengah juga eksim atopik dan alergi produk unggas. Si bungsu eksim atopic, alergi dan asthma yang cukup berat.

Sebenarnya cukup sulit untuk merinci satu per satu, namun secara umum begitu lah. Gejala yang umum muncul ruam di kulit sampai mereka tidak bisa tidur Ketika malam belum lagi khusus si bungsu ditambah sesak nafas sampai harus diinhalasi karena lendir menumpuk di saluran pernafasan.

Obat alergi siap sedia selalu di kotak obat. Krim pelembap jadi teman setia dan sabun mandi pun khusus terpisah. Sekarang saya sudah biasa menangani dan menghadapi kambuhnya itu kawanan penyakit anak-anak dengan cukup tenang kecuali seperti kemarin dimana asthma si bungsu kambuh sampai sesak sekali padahal sudah diinhalasi dan diberi obat.

Setelah bertahun-tahun mengurus si kakak, saya mendapatkan informasi mengenai eksim atopik dari akun dokter kulit online yang cukup lengkap (https://www.facebook.com/dokterkulitku/photos/a.1087238934789782/1087239031456439/), alhasil saya tidak terlalu panik ketika kawan anak-anak ini berkunjung. Banyak info dari akun tersebut yang membuat saya tertawa, menertawakan diri sendiri karena kesalahan perawatan zaman si kakak dulu.

Baca juga  Membantu Anak Mulai Bicara

Dulu ketika si kakak ruam-ruam, kita bolak-balik ke dokter untuk cek kenapa ruamnya susah sembuh, gatal setiap malam sampai tidak bisa tidur, belum lagi sering beringus padahal tidak pilek juga. Campuran alergi beberapa protein membuat saya bingung mengatur menu makanan si kakak. Hingga akhirnya shahih lah setelah berbulan-bulan observasi kalau si kakak ini dermatitis atopik juga tapi kita masih belum dapat informasi yang cukup jelas mengenai bagaimana cara mencegah agar tidak kambuh, penanganan kalau kambuh dan perawatan hariannya.

Pernah satu kali si kakak ruam semua badan tinggal sisa sekitar mata saja. Udara terlalu apnas, kulit matang sempurna. Udara terlalu dingin, kering seperti kantong kresek itu si kulit. Maka telur atau ayam sedikit langsung matang lagi kulitnya. Seafood, apalagi. Dokter mengatakan kalau gejala nya akan berkurang seiring bertambahnya usia. Geregetan tapi harus sabar. Ternyata, badai pasti berlalu itu benar adanya.

Seiring si kakak bertambah besar, ditambah nekat emak bermodal obat alergi yang siap di kotak obat. Akhirnya di usia 2 tahun, si kakak bisa menikmati telur, bertahap dari bagian kuningnya dulu hingga juga semua bagian, karena bagian putih alergennya tinggi. Usia 3 tahun, si kakak bisa menikmati ayam dan kawanannya. Usia 4 tahun, seafood bisa dilahap juga. Penyakit ini memang butuh kesabaran dan perawatan ekstra. Emak harus pantang menyerah.

Baca juga  Lima Tujuan Pernikahan Yang Perlu Diperhatikan

Si kembar lahir, saya dan suami berharap kalau mereka akan bebas atopik dan temannya. Ternyata tidak, malah ada tambahan asthma yang cukup membuat heboh diawal-awal. Bermodal pengalaman dan informasi dari buku dan internet juga, saya sudah bisa menangani anak-anak lebih tenang dan siaga sekarang. Perlengkapan perang sekarang ditambah nebulizer dan stok obat inhalasi jadi kami tidak harus bolak-balik ke rumah sakit ketika si kawanan ini menyerang.

Catatan besar saya, siap-siap ketika cuaca terlalu panas dan  terlalu dingin apalagi masa pancaroba minimal ruam muncul atau kulit malah jadi kering, udara terlalu lembap atau terlalu kering setidaknya hidung mampet atau meler. Kalau kulit mulai kering atau ruam padahal cuaca oke dan kelembapan aman berarti cek menu makanan. Kurang istirahat atau tidur kemalaman, siap-siap serangan. Krim pelembap (anak-anak saya pakai Noroid Lotion) harus selalu dipakai, baju wajib bahan katun dan longgar.

Kita penganut paham anak pakai bedak jadi setelah pakai krim anak-anak juga pakai bedak salicyl (murni talc dan salicyl saja, bukan yang ada campuran lain). Sabun mandi pakai yang lembut (anak-anak pakai merk sebaMed baby). Ruam ditambah gelisah saat malam berarti waktunya minum obat alergi (kita diresepkan Cetirizine HCl) karena kalau tidak, mereka baru bisa tidur menjelang pagi. Stok obat pilek dan batuk dijaga terus harus ada. Kalau ruam parah banget waktunya pakai krim kostikosteroid (kita diresepkan merk Elocon). Kalau batuk pilek pasti siap sedia nebulizer, waktunya inhalasi. Gejala yang muncul tidak membaik, kita ke dokter.

Baca juga  2 Hal Penting Soal Autism dan Anak Berkebutuhan Khusus

Pepatah bahwa pengalaman adalah guru terbaik memang benar-benar saya rasakan. Saya masih ingat kalang kabutnya mengurus si kakak diantara sibuk mengurus skripsi. Dulu sebagai emak newbie jelas membuat saya stress, belum lagi orang-orang bertanya anak saya kenapakarena ruam terus. Untuk menjelaskan eksim atopik yang panjang dan belum tentu orang lain mengerti. Jadi, sering saja saya jawab alergi. Beres, singkat dan jelas.

Ketika si kembar lahir, ilmu yang saya dapat tidak hanya dari dokter dan buku tapi juga internet, banyak informasi yang saya dapat amat membantu dalam menangani si kembar. Setidaknya mereka tidak mengalami kondisi ekstrim seperti kakaknya dulu karena salah perawatan. Kita harus menerima, sebagai orang tua, kita juga harus selalu meng-upgrade pengetahuan demi kesejahteraan seluruh anggota keluarga. Bagi emak dengan anak eksim atopik, alergi atau asthma, sabar dan pantang menyerah resepnya.

 

Rekomendasi bacaan :

The Baby Book karya Dr. Sears, mengenai diet makanan alergi

https://www.google.com/amp/s/www.forbes.com/sites/quora/2017/01/30/are-allergies-a-sign-of-a-weak-immune-system/amp/ , pengobat hati emak dengan anak alergi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *