Penting!! Empat Dampak Negatif Gadget Pada Anak

Sejatinya, gadget diciptakan untuk memudahkan hidup manusia. Tetapi seringkali penggunaan yang tidak bijak dan berlebihan lah yang membuat gadget terasa lebih banyak memiliki efek negatif, terutama bagi anak-anak yang masih berusia dini.

Berikut ini kami sampaikan beberapa dampak negative penggunaan gadget yang perlu diantisipasi:

1. Mengakibatkan SDD (Screen Dependency Disorder)

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Aric Sigman, seorang psikolog di Amerika, mengklaim bahwa terus menerus menggunakan gadget pada jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan SDD atau lebih mudahnya diartikan sebagai ‘Gangguan Ketergantungan Layar’.

Biasanya ketergantungan ini berdampak pada anak-anak terutama di rentang usia 3-4 tahun.

Anak yang Ketergantungan Layar akan seketika mengambil gadget sesaat sesudah mereka bangun tidur. Kegiatan mereka berputar disekitar gadget, mulai dari makan, main games bahkan menonton semua dilakukan dengan gadget.

Hal seperti ini sangat berpengaruh pada anak, tidak hanya dari segi sikap saja, tetapi juga dari segi emosional dan fisik.

Diantaranya adalah hilangnya rasa ingin tahu anak untuk mengeksplorasi alam, malas berkomunikasi, sering sakit kepala, insomnia, hingga kecemasan berlebihan.

Dalam jangka panjang, SDD juga dapat mengakibatkan kerusakan pada otak anak.

 

2. Mengganggu pola tidur anak

Anak yang kecanduan gadget akan lebih sulit tertidur dikarenakan dibanjiri informasi yang bertubi-tubi yang mereka terima melalui gadget.

Ada banyak hal yang informasi dan kejadian di internet menimbulkan perasaan ‘ketakutan’ melewatkan suatu hal yang menarik yang bisa mereka eksplor. Takut tidak update.

Hal seperti ini tidak hanya mengakibatkan sulit tidur, tetapi juga mengakibatkan anak sulit dibangunkan di waktu pagi karena terlalu asik dengan gadget.

Jika sudah seperti ini maka akan merembet ke mana-mana karena anak yang kurang tidur biasanya rewel dan performanya menurun.

 

3. Mengakibatkan terlambatnya berbicara

Hal ini terutama terjadi pada anak di usia balita dan bayi.

Dr. Catherine Birken, seorang dokter dan ilmuwan di Rumah Sakit Sick Kids di Kanada, mengemukakan dalam penelitian terhadap 900 anak, bahwa anak usia enam bulan hingga dua tahun yang terpapar gadget berlebihan cenderung lambat dalam berbicara.

Penelitian menunjukkan 20 persen dari balita mengakses gadget selama 28 menit per hari, dan setiap tambahan ekstra 30 menit akses, menunjukkan peningkatan lambat bicara sebanyak 49 persen.

 

4. Mengganggu hubungan orang tua dan anak

Minimnya komunikasi dikarenakan terlalu fokusnya anak pada gadget membuat bonding (ikatan) antara orang tua dan anak terganggu.

Dengan kemampuan gadget yang bisa menjawab segala jenis keingintahuan anak, anak cenderung enggan bertanya pada orang tua dan lebih memilih untuk mencari jawaban atau solusi dari internet.

Survei yang dilakukan oleh Lab Kaspersky terhadap 3700 keluarga dengan anak usia 8 hingga 16 tahun menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan.

Penelitian ini menunjukkan 31 persen orang tua yang di survei mengemukakan bahwa mereka merasa terasing dari anak mereka sendiri.

Bahkan satu dari empat orang tua mengemukakan bahwa anak mereka cenderung lebih memilih mencari saran dan jawaban melalui internet ketimbang dengan orang tua mereka sendiri.

Baca juga  6 Hikmah Pernikahan Yang Perlu Diketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *