Anak Sulit Buang Air Besar? Berikut Solusinya

Kesehatan anak menjadi perhatian yang besar bagi orang tua, karena pengaruhnya bagi perkembangan dan kenyamanan anak pada umumnya. Salah satu masalah yang sering dialami oleh anak adalah kesulitan buang air besar (BAB).

Pada anak yang mengalami kesulitan buang air besar, usus besar akan bergerak terlalu lambat, sehingga air yang terserap akan terlalu banyak dari yang seharusnya, dan proses defekasi akan lebih menyakitkan untuk anak.

Ciri Ciri dan Penyebab Anak Susah Buang Air Besar

Ciri-ciri yang biasanya dapat orang tua amati pada anak yang mengalami kesulitan  buang air besar antara lain tidak buang air besar selama beberapa hari, mengalami sakit perut, seringkali tidak merasa lapar, dan tanda-tanda menahan defekasi seperti meringis kesakitan.

Penyebab sulitnya anak untuk buang air besar biasanya adalah makanan yang dikonsumsi anak. Misalnya konsumsi makanan yang tinggi dalam lemak dan rendah serat, tidak mengkonsumsi air yang cukup, dan perubahan diet pada anak, misalnya saat anak mulai membiasakan diri untuk makan makanan padat.

Baca juga  4 Jurus Mengatasi Anak yang Susah Makan

Penyebab lainnya adalah gaya hidup anak. Kurangnya olahraga dan kesibukan anak dengan lingkungan sosial dan sekolahnya dapat membuat anak tidak memperhatikan tubuh dan kesehatan fisik mereka.

Masalah emosi dan psikologis selama proses melatih anak untuk menggunakan toilet (toilet training) serta masalah emosi yang berhubungan dengan sekolah, kehidupan sosial dan masalah dengan orang tua juga dapat mempengaruhi kesehatan usus mereka.

Masalah fisik anak juga dapat mempengaruhi kesulitan anak untuk buang air besar, misalnya masalah sistem saraf, masalah endokrin atau masalah yang disebabkan oleh obat-obatan yang dikonsumsi seperti suplemen.

Solusi Anak Susah Buang Air Besar

Untuk mengatasi kesulitan air besar pada anak, orang tua dapat melakukan beberapa hal.

Satu hal adalah mengganti pola makanan untuk anak dengan makanan yang mempunyai serat yang tinggi, seperti jagung, wortel dan brokoli, dan buah-buahan seperti pepaya dan mangga.

Memastikan anak untuk minum air lebih teratur serta mengurangi jumlah makanan cepat saji, kopi dan the juga dapat membantu.

Baca juga  6 Rahasia Mewujudkan Keluarga Harmonis

Hal lainnya yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah mengajak anak untuk lebih aktif secara fisik, misalnya dengan olahraga bersama atau membantu tugas-tugas di rumah. Aktivitas fisik akan membantu anak dengan proses digestif dan defekasi anak.

Selain itu, mengajarkan anak kebiasaan yang toilet yang baik. Orang tua dapat memberikan contoh yang baik bagi kesehatan anak secara rutin sehingga anak dapat secara mandiri merawat diri mereka sendiri. Orang tua juga dapat membimbing anak untuk membentuk kebiasaan rutin sesuai dengan aktivitas dan gaya hidup anak.

Berikut cara-cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi kesulitan buang air besar yang terjadi pada anak mereka.

Konsultasi dengan dokter jika anak tetap mengalami kesulitan buang air besar akan membantu orang tua memahami kesehatan anak mereka.

Sumber

Alli, R.A. 2017, 12 September. Treating Constipation in Children. Disadur dari: https://www.webmd.com/first-aid/treating-constipation-in-children

Brennan, D. 2017, 13 Juli. Treatments for Constipation in Children. Disadur dari: https://www.webmd.com/children/guide/constipation-treatment#1

https://www.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/conditions/pediatrics/constipation_in_children_90,P01986

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *