4 Jurus Mengatasi Anak yang Susah Makan

Anak yang sulit makan adalah permasalahan klasik bagi orang tua. Umumnya makanan yang tidak disukai oleh anak-anak adalah yang mengandung sayuran atau buah-buahan. Tapi ada juga kasusnya dimana anak menolak segala jenis makanan dan hanya mau mengonsumsi mie instan saja.

Sebagai orang tua, tentu menginginkan buah hati mau mengonsumsi makanan yang padat gizi dan bernutrisi. Lantas apa solusi yang tepat jika anak sulit makan?

1. Cek kesehatan dan kebersihan

Hilangnya nafsu makan bisa saja bukan diakibatkan karena anak tidak suka pada makanannya, akan tetapi disebabkan oleh gangguang kesehatan. Misalnya karena cacingan.

Orang tua perlu tahu bahwa salah satu tanda-tanda utama cacingan pada anak adalah hilangnya nafsu makan, berat badan menurun, perut membuncit, dan gatal disekitar anus.

Jika anak terindikasi cacingan, segera minum obat cacing sebagai langkah awal penanggulangan. Selain meminum obat cacing, lakukan edukasi pada anak akan pentingnya menjaga kebersihan.

Jika sesudah meminum obat cacing tidak ada perkembangan pada anak, segera konsultasikan dengan dokter.

 

2. Be creative

Sebagian besar anak-anak adalah picky eater atau suka pilih-pilih makanan. Bisa jadi karena makanan yang disajikan tidak menarik bagi anak.

Jika anak tidak suka sayuran dan cenderung menyukai fast food, Anda bisa mencoba membuat makanan ala fast food yang dikombinasikan dengan sayuran, seperti nugget ayam misalnya.

Campurkan sayuran seperti brokoli, wortel dan jagung yang sudah dicincang halus kedalam adonan nugget, dengan begitu anak dapat mengonsumsi sayuran.

Supaya menambah semangat makan, Anda juga bisa berkreasi dengan bentuk dan penampilan makanan. Bentuk makanan dengan menarik, seperti tokoh kartun favorit buah hati, atau mirip bento ala Jepang misalnya.

Bermain-main dengan warna juga bisa menambah nafsu makan si kecil lho. Pilih warna-warna yang merangsang nafsu makan seperti merah, kuning atau cokelat.

 

3. Sajikan dalam porsi yang kecil

Seringkali kita mengukur dengan level orang dewasa. Padahal porsi makanan yang dirasa normal bagi orang dewasa, terasa begitu mengintimidasi bagi anak-anak.

Maka kuncinya sajikan makanan dalam porsi dan potongan yang kecil, dengan begitu anak-anak akan lebih mudah mengonsumsinya.

 

4. Makan di meja makan

Lokasi bisa menentukan hasil. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan banyak orang tua adalah mengijinkan anak makan di depan televisi atau sambil bermain gadget.

Nyambi makan akan membuat focus anak terpecah antara makan dengan menonton atau bermain gadget. Sehingga seringkali berakhir dengan tidak habisnya makanan.

Biasakan anak makan di meja makan sehingga anak bisa fokus untuk makan. Selain itu makan di meja makan bisa Anda gunakan untuk bonding antara orang tua dan anak.

Selain keempat solusi diatas, ajak anak berdiskusi soal makanan. Komunikasikan tentang makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi dan tidak dikonsumsi berlebihan.

Dengarkan apa yang menjadi kesukaan mereka dan apa yang tidak mereka suka, juga alasan kenapa mereka tidak suka. Dengan begitu Anda bisa menemukan solusi terbaik bagi problem sulit makan.

Baca juga  Mahar Pernikahan Yang Ideal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *