3 Cara Mengatasi Alergi Pada Anak

Alergi pada anak memang menjadi masalah yang sering dihadapi oleh banyak orang tua. Sebagai orang tua kita dibuat bingung karena anak kita tiba-tiba merah-merah kulitnya, badannya panas atau gatal-gatal. Bahkan ada alergi yang gejalanya hingga membuat anak sesak napas.
Selain karena gejalanya, penyebab dari alergi juga berbeda-beda sehingga sulit sekali diantisipasi atau di obati. Ada disebabkan makanan (biasanya makanan laut), benda (seperti bulu, asap rokok atau debu) atau cuaca yang terlalu dingin/panas. Karenanya mengatasi alergi itu harus penuh dengan kesabaran.

Menurut dokter anak saya, alergi itu tidak bisa disembuhkan. Namun seiring bertambahnya usia dan semakin menguatnya daya tahan tubuh anak kita, sebagian alergi memang akan berkurang gejalanya, bahkan hilang sama sekali. Namun tentunya akan lebih baik jika alergi bisa dihindari.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar anak kita kebal atau lebih kuat bahkan terhindar dari alergi.
1. Mengatur Makanan di kala Hamil
Janin di dalam rahim mendapatkan pasokan makanan dari sang ibu. Apapun yang dimakan ibu, itu pula yang dikonsumsi janin di dalam rahim. Nah jika seorang ibu hamil.makan sembarangan maka sama saja ia memberi asupan makanan yang sembarangan kepada janinnya. Tentunya akan berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan janin. Hal ini akan memicu bayinya kelak rentan terhadap alergi dan penyakit. Skenario terburuknya ia akan bisa mengganggu pembentukan organ-organ vital si janin.
Maka sebab itulah seorang ibu hamil harus menjaga makanannya termasuk juga tidak mengkonsumsi obat-obatan dan zat kimia lainnya seperti alkohol dan rokok. Ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menyehatkan. Daya tahan tubuh anak dibentuk sejak berada di dalam kandungan.
2. Menjaga Makanan Anak
Hal kedua adalah menjaga makanan anak. Dulu anak saya tidak bisa makan telur dan makanan laut. Bahkan jika tidak langsung dimakan pun (misalnya ibu yang masih menyusui yang makan) maka tetap bereaksi, anak saya kulitnya ruam-ruam berwarna merah. Memang gejalanya semakin berkurang seiring bertambah usia. Tapi pencegahan pertama tentunya dengan mengatur makanan anak. Kalo makan sembarangan bisa jadi baru ketahuan alergi terhadap apa saja.
3. Konsultasi Dengan Dokter
Tentu berkonsultasi dengan dokter adalah cara lain untuk menghindari alergi. Bahkan konsultasi bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan dilakukan sebelum anak mengalami gejala alergi. Dan pastikan saat berkonsultasi kita tanyakan penyebab, faktor dan obat yang bisa mengurangi gejala alergi anak kita. Pastikan kita memiliki stok obat itu dirumah sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu anak terserang alergi. Namun tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati.
Demikian 3 tips mengatasi alergi berdasar pengalaman kami. Anak saya memiliki alergi kulit yang biasa diaebut derrmatitis atopy, sehingga cukup sering menghadapi situasi kulit anak memerah dan pilek meler karena alergi. Tiga cara diatas cukup ampuh. Bagaimana pengalaman anda?
Baca juga  Stay-At-Home Mom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *