2 Hal Penting Soal Autism dan Anak Berkebutuhan Khusus

Definisi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) menurut Renny Oceanita Nasution, M.Psi, seorang Psikolog, adalah anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, baik fisik, mental, intelektual, sosial, maupun emosional yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya.

Ada begitu banyak jenis ABK dan salah satu contohnya yang cukup umum dikenal adalah autisme.

Autisme adalah gangguan perkembangan kompleks yang terjadi pada aspek neurobiologis otak dan mempengaruhi proses perkembangan anak.

Gejala autisme ini muncul pada anak sebelum usia tiga tahun, dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan.

Autisme merupakan gangguan perkembangan dan bukan suatu penyakit. Banyak orang salah kaprah mengartikan autisme sebagai ‘penyakit’ dan seringkali menanyakan akan peluang ‘kesembuhan’ autisme.

Belum diketahui pasti apa penyebab autisme pada anak. Akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga sebagai pemicu terjadinya autisme, seperti faktor genetik, jenis kelamin, kelahiran prematur, serta terlahir kembar.

Faktor usia orang tua saat memiliki anak juga diduga berpengaruh pada resiko memiliki anak autisme. Pria yang memiliki anak saat berada di usia 40an, risiko memiliki anak autis lebih tinggi 28%. Risiko meningkat menjadi 66% pada usia 50-an.

Sedangkan pada wanita, melahirkan di atas usia 40an, meningkatkan risiko memiliki anak autis hingga 77% bila dibandingkan melahirkan di bawah usia 25 tahun.

Ciri Autisme

Lalu apa saja ciri-ciri autisme? Gejala autisme pada anak muncul di rentang usia 1 hingga 3 tahun. Secara garis besar ciri autisme terbagi menjadi dua, komunikasi dan sosial.

Komunikasi

Anak dengan autisme seringkali sulit berkomunikasi, termasuk didalamnya berbicara, memahami pembicaraan, hingga membaca dan menulis.

Selain itu jarang melakukan kontak mata dengan lawan bicaranya. Umumnya juga bermasalah dalam memahami penggunaan bahasa tubuh seperti menunjuk, melambai, atau memperlihatkan suatu objek kepada orang lain.

Anak dengan autisme seringkali menggunakan tantrum sebagai outlet emosional atau cara berkomunikasi.

Sosial

Umumnya anak dengan autisme tidak mudah berteman, bermain dan berbagi mainan dengan teman. Ia akan fokus terhadap objek yang sama dengan orang lain.

Anak dengan autisme cenderung asyik dengan dunianya sendiri dan tidak tersambung dengan lingkungan di sekitarnya.

Penting untuk mengenali ciri-ciri anak dengan autisme agar dapat memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.

Karena anak dengan autisme merupakan anak yang berbeda dari anak-anak pada umumnya, maka penanganannya juga berbeda.

Orang tua yang memiliki anak dengan autisme sebaiknya fokus pada bagaimana mempersiapkan anak secara sosial. Yaitu agar anak mampu berbaur dengan individu lain di masyarakat luas semaksimal mungkin.

Sehingga pada akhirnya dapat beradaptasi dengan berbagai situasi yang juga dihadapi orang lain pada umumnya.

Baca juga  21 Jenis Makanan dan Minuman Pereda Batuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *